5 Alasan Menikah yang Salah

KOMPAS.com
Ketika semua teman kuliah sudah menimang bayi, beberapa perempuan masih
bingung mencari pasangan yang tak kunjung datang. Akhirnya terpaksa mau
saja menikah dengan pria yang sebenarnya tidak dicintai. Dan ini adalah
sebuah kesalahan yang bisa mengancam pernikahan.

Ir Bambang
Syumanjaya NN, MBA konsultan bisnis dan keluarga membeberkan lima
alasan menikah yang salah. Menurut Bambang banyak perempuan Indonesia
masih melihat beberapa aturan adat sebagai alasan menikah.

”Lima
alasan ini merupakan fondasi rumah tangga yang amat rapuh. Saya punya
banyak klien yang ingin bercerai karena lima alasan yang mengawali
mereka ingin menikah,” tutur Bambang dalam acara Talkshow Family
Discovery, Keluarga Sebagai Awal Proses Pembelajaran yang digelar oleh
Orange Blossom Women Community di Happy Kitchen, La Piazza, Kamis
(25/2/2010). Lima alasan itu adalah:

1. Usia

Anda
harus hati-hati jika menjadikan usia sebagai alasan untuk menikah. Anda
bisa menyesal nantinya bila menikah hanya karena terpengaruh dan
desakan orang-orang di sekitar Anda yang mengungkit masalah usia Anda.
Atau Anda ketakutan di cap perawan tua? Menikah dengan pertimbangan
usia bukan alasan yang tepat. Kebanyakan perempuan menikah terburu-buru
karena takut tidak bisa menemukan pasangan yang mau menikah dengannya
nanti. Padahal secara mental ia belum siap. Akhirnya penyesalan yang
didapat. ”Tak jarang akhirnya usia pernikahan hanya seumur jagung,
ataupun selalu diisi pertengkaran,” ujar Bambang.

2. Kasihan

“Ah,
kasihan dia sudah banyak berkorban untuk saya”. Alasan mengasihani pria
seringkali membuat perempuan luluh hatinya dan tidak pikir panjang
ketika melangkahkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Padahal rasa
kasihan ini seringkali menghilang ketika Anda mulai menghadapi
kenyataan dalam rumah tangga.

”Lebih sulit lagi, jika ternyata
orang yang kita kasihani itu berubah jadi menyebalkan. Ujung-ujungnya
Anda menyesal dan ingin bercerai,” imbuhnya.

3. Hawa Nafsu

Apakah
Anda termasuk yang melihat pasangan hanya dari penampilan fisik atau
secara finansial saja? Ketampanan atau kecantikan orang akan berubah
seiring dengan waktu. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Maka
berhati-hatilah bila tampilan fisik menjadi alasan Anda untuk buru-buru
menikah.

”Ada kasus seorang perempuan menikah karena suaminya
kaya dan tampan. Setelah menikah ternyata suami sakit, dan kekayaan
makin menipis, bisa Anda bayangkan apa yang terjadi bukan,” tegas
Bambang.

4. Menjaga kehormatan keluarga

Di
Indonesia yang masih menjaga adat ketimuran, menikah dengan alasan
hutang budi atau balas budi masih  kerap terjadi. “Ingin menghormati
permintaan orang tua dan ingin balas budi orangtua, jadi mau saja
dinikahkan. Kalau sudah begini Anda harus lebih hati-hati,” ungkapnya.

5. Ingin cepat keluar rumah

Ingin
cepat keluar rumah, tidak tahan mendengar orangtua selalu bertengkar,
tidak nyaman terus-terusan diatur orangtua? Kalau ini alasan Anda
ingin menikah, yakinlah Anda akan tertekan dalam menghadapi pernikahan.

“Apalagi
jika usia saat menikah masih sangat muda, Anda bisa jadi amat tertekan.
Pernikahan itu memasuki tanggung jawab yang besar dan bukan lepas
darinya,” kata Bambang

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s